Penguatan KEP Dukung KostraTani, Ini Tiga Pola Pendekatannya

Wilda Fajriah, Jurnalis
Rabu 18 Desember 2019 16:56 WIB
Foto: Kementan RI
Share :

JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menggelorakan kembali semangat penyuluhan untuk penguatan Kelompok Ekonomi Petani (KEP). Dengan gerakan bersama membangun pertanian di tingkat kecamatan, berarti membangun pertanian maju, mandiri dan modern.

Di hadapan 73 orang kepala bidang/kepala seksi dinas teknis lingkup pertanian yang menyelenggarakan fungsi penyuluhan, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Penyuluh Pertanian Pendamping KEP, Kepala BPPSDMP Prof Dr Dedi Nursyamsi MS, mengajak untuk memahami bahwa pembangunan pertanian menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Yang harus dipahami adalah pembangunan pertanian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga tanggung jawab petani dan masyarakat, termasuk pihak swasta. Oleh karena itu disebut sebagai gerakan," tegas Dedi Nursyamsi saat menjadi keynote speaker Penguatan KEP Mendukung Kostratani di Bogor, didampingi Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan) Dr Ir Leli Nuryati MS dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan I Wayan Ediana.

Dedi Nursyamsi yang juga Pananggung Jawab KostraTani Nasional menyampaikan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, membangun pertanian Indonesia maju, mandiri dan modern. “Gerakan pembangunan pertanian mengikuti pola ‘piramida terbalik’, posisi terbawah mencerminkan kontribusi dan porsi paling sedikit pemerintah, posisi selanjutnya menggambarkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta, dan porsi terbesar diperankan oleh masyarakat,” terangnya.

Menurutnya ada tiga pola pendekatan untuk implementasi penguatan KEP mendukung KostraTani. Pertama, manajemen berjamaah yang maknanya mengelola pertanian dari hulu hingga hilir, pertanian hulu harus mengakses modal untuk menghindari tengkulak. Kedua, berupa inovasi teknologi pertanian sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan; dan ketiga adalah gerakan bekerja sama menggerakkan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan dikenal dengan KostraTani.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya