Tarik Ulur Cawalkot Solo dari PDIP, Antara Gibran dan Purnomo

Achmad Fardiansyah , Jurnalis
Minggu 22 Desember 2019 06:21 WIB
Gibran Rakabuming Raka (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih belum memutuskan siapa bakal calon wali kota Solo yang akan diusung. Ada dua kandidat kuat yang digadang-gadang adalah Gibran Rakabuming Raka atau Achmad Purnomo.

Dua kandidat itu memiliki suara dukungan kader yang bisa dibilang sama kuat. Gibran merupakan anak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara Purnomo, merupakan petahana yang sebelumnya telah direkomendasikan untuk maju Pilwalkot Solo.

Gibran telah mendaftar dan melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Tim penguji pun menganggap jawaban yang diberikan Gibran luar biasa. Namun, langkah Gibran tak mulus karena ada sebagian kader PDIP Solo yang menolak pencalonannya.

Baca Juga: Pilkada 2020, PDIP Akan Umumkan 44 Calon Kepala Daerah saat Rakernas

Purnomo sebagai petahana juga mengikuti fit and proper test. Sebelum deklarasi Gibran maju Pilwalkot Solo, Purnomo menjadi satu-satunya kandidat potensial untuk diusung PDIP, hingga sempat mengantongi tiket maju pilkada dari DPC PDIP Surakarta.

"Kalau popularitas Gibran memang kuat di Solo yah, persoalannya kalau lihat dari awal kan sebenarnya itu tarik menariknya sampai ke DPP kan," katanya pengamat politik, Jerry Sumampouw kepada Okezone, Minggu (22/12/2019).

Menurut Jerry, di DPC PDIP Surakarta sebenarnya Purnomo sudah direkomendasikan untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo, namun setelah kemunculan nama putra Presiden Jokowi dianggap mengganggu konstelasi di Solo.

"Artinya, sejak awal partai punya calon sendiri lah yah. Khususnya wali kota, tapi sekarang udah merencanakan calon lain. Tiba-tiba Gibran muncul dan agak sedikit mengganggu konstelasi yang sudah diatur sejak awal yah," ucapnya.

Baca Juga: Ini Sikap Gibran jika Tak Dapat Rekomendasi PDIP Maju Pilwalkot Solo

Jerry menyarankan, agar di tubuh partai berlogo kepala banteng tidak gaduh, disarankan agar Purnomo dan Gibran dipasangkan sekalian. Sebab, jika tidak dilakukan maka tak tidak menutup kemungkinan bakal ada pihak lainnya yang memanfaatkan momen tarik menarik di internal partai.

"Jadi, kalau buntu untuk menentukan (Gibran atau Purnomo), (maka) Gibran akan mengalah papan 2 (wakil wali kota). Saya kira itu baik supaya di internal tidak goyang lah, sebab partai lain ikut memperkeruh dan memanfaatkan Gibran agar dapat posisi di Solo, karena PDIP di Solo sangat kuat," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya