Erwin memastikan tidak ada perploncoan dalam acara tersebut. Menurutnya, acara itu sudah dilakukan sejak 23 tahun lalu, dan belum pernah memakan korban jiwa.
"Itu latihan penerapan bencana alam. Enggak ada plonco, kita rutin acara hampir 23 tahun, baru kali ini ada korban," kata Erwin.
Erwin telah dimakamkan di pagi ini, di dekat kediamannya, Kampung Sindanghurip, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Paman korban, Nanang, mengatakan keluarga menerima kematian Erwin. Dia mengatakan masalah tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan.
"Akan diselesaikan secara kekeluargaan," ucap Nanang.
Hasil pemeriksaan petugas kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Erwin diduga meninggal karena kelelahan.
(Qur'anul Hidayat)