“Diplomasi dalam tingkat tinggi, langsung dipimpin, dilakukan oleh Presiden Joko Widodo menyampaikan ini kepada Presiden (Filipina, Rodrigo) Duterte,” ungkap Menlu Retno.
BACA JUGA: Pemerintah Fokus Bebaskan 1 WNI yang Disandera Abu Sayyaf di Filipina
Dengan dibebaskannya kedua sandera, hanya satu sandera ABK/WNI lagi yang saat ini masih menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf. Menlu Retno mengatakan bahwa upaya pembebasan sandera atas nama Muhammad Farhan, yang merupakan putra dari Maharudin masih terus dilakukan.
“Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar saudara Muhammad Farhan dapat dibebaskan dengan selamat.”
(Rachmat Fahzry)