“Hari ini, kami memiliki situasi unik dalam sejarah kami yang baru dan yang terjadi beberapa waktu ini. Mereka (negara lain) berusaha mengejar ketinggalan kita. Tidak ada satu negara pun yang memiliki senjata hipersonik, apalagi senjata hipersonik rentang benua,” kata Putin.
BACA JUGA: Jenderal AS Sebut Rudal Hipersonik Rusia Bisa Hantam Amerika dalam Waktu 15 Menit
Menurut peneliti, Kendaraan meluncur hipersonik didorong pada roket ke ketinggian antara 40 km dan 100 km sebelum melepaskan diri untuk meluncur di sepanjang atmosfer atas menuju targetnya.
Kontrol permukaan pada kendaraan luncur berarti mereka dapat mengarahkan arah dan manuver yang tidak terduga saat mereka mendekati target. Rudal-rudal tersebut juga mengikuti lintasan yang jauh lebih datar dan lebih rendah daripada lintasan tinggi dari rudal balistik yang membuatnya jauh lebih sulit untuk dideteksi sejak dini dengan radar dan memberikan pertahanan rudal lebih sedikit waktu untuk merespons.
(Rachmat Fahzry)