"Saya seorang Muslim tetapi tetangga saya yang beragama Kristen itu adalah kerabat saya. Begitulah cara pandang saya terhadap dia," kata seorang pemuka agama Muslim di Kota Kupang Ramli Muda saat bincang-bincang terkait toleransi di Kota Kupang yang bersemboyan Kota Kasih itu.
Menurut pengurus Masjid Al Mujahidin itu, cara pandang dalam kehidupan sosial yang melihat orang lain sebagai kerabat itulah akhirnya telah merekatkan peradaban sebagai sesama manusia yang harus dihormati. "Ya, saling menghormati antarsesama akhirnya meleburkan kita dalam satu suasana yang rukun dan damai," katanya.
Dia mengaku sudah terlibat banyak di sejumlah kegiatan bernuansa kristiani. Sebut saja, terlibat dalam kepanitiaan seremoni syukuran Penthabisan Imam (Romo) Baru. Peringatan HUT Kongregasi Suster-suster Carolus Boromeus (CB), dan sejumlah kegiatan lainnya. Ini menujukkan bahwa kepedulian sebagai sesama dalam satu hubungan sosial kekerabatan sangat dikedepankan.
Di titik inilah, lanjut abdi negara itu, kondisi toleransi di daerah akan terus terawat dan terpelihara dalam satu komitmen bersama menjaga keberagaman Indonesia.