LEBAK - Wajah pucat tampak dari raut wajah Ucum (45) saat datang ke posko pengungsian di gedung serba guna Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten. Ternyata, ibu itu sedang mencari keberadaan keluarganya yang hilang pasca-banjir bandang menerjang rumahnya.
Ibu rumah tangga itu mengaku sejak hari pertama bencana banjir bandang terjadi pada Rabu 1 Januari 2020 pagi, keluarganya yang berada di Kampung Muara Gedung, Kecamatan Lebak Gedong tak ada kabarnya.
Keluarganya yang hilang yakni Badri, Sumanti, dan kedua anaknya Neng Sri (6) serta Fina (1). "Yang hilang itu anak, menantu sama dua cucu. Kata tetangganya rumah anak udah rata kebawa air sungai Ciberang," kata Ucum ditemui wartawan, Jumat (3/1/2020).
Baca Juga: Rangkaian Bencana Alam di Jawa Barat pada Awal Januari 2020
Dia mengaku, sudah melaporkan kehilangan keluarganya tersebut kepada petugas di posko pengungsian. "Sudah laporan, sudah cari-cari di pengungsian tapi enggak ada," ucapnya sambil menangis.
Dia berharap, keempat keluarganya tersebut selamat dari bencana banjir bandang dan dapat berkumpul kembali kepadanya. "Semoga selamat, enggak kenapa-kenapa. Tapi tadi kata tetangganya di posko terakhir ngelihat setelah banjir," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data sebanyak 306 rumah rusak berat, 274 rumah rusak ringan, dan 2.167 rumah tenggelam yang tersebar di enam kecamatan. Keenamnya yakni, di Sajira, Cipanas, Lebak Gedong, Maja, Cimarga, dan Curug Bitung.
Jalan amblas sepanjang 40 meter di Kampung Bujal, Kecamatan Cipanas, 2 unit jembatan permanen, Kecamatan Sajira dan Lebakgedong. Kemudian, 18 unit jembatan gantung (lokasinya tersebar), SDN 2 Banjarsari, SDN Banjaririgasi, dan SMPN 4 Lebakgedong. Saat ini, ada 433 kepala keluarga (KK) pengungsi yang tersebar di 7 posko pengungsian di 6 kecamatan.
Baca Juga: Hari Ini BPPT Lakukan Modifikasi Cuaca Kurangi Curah Hujan di Jabodetabek
(Arief Setyadi )