JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani ingin pemerintah bertindak tegas terhadap kapal nelayan China yang diduga melakukan illegal fishing atau mencuri ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Penegakan hukum berupa penenggelaman kapal dinilai penting agar ada efek jera.
"Ini kan sudah berjalan dari 19 Desember (2019), kapal-kapal (dari China) ini bukan hanya parkir, tapi melakukan aktivitas. Aktivitas apa? Kita dengar illegal fishing, apakah ini bisa dibuktikan? Karena sebenarnya kita punya undang-undang yang mengatur ini, begitu ada bukti permulaan yang cukup, kapal itu bisa ditenggelamkan," kata Christina saat ditemui Okezone di sela silaturahmi sekjen-sekjen partai politik dengan Mendagri Tito Karnavian di Kemendagri, Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Christina menunggu pemerintah memberikan pernyataan yang lebih jelas terkait kasus ini, termasuk alasan kenapa penegakan hukum tegas belum dilakukan.
"Kami tunggu agar pemerintah bisa memberi statement lebih jelas lagi sebetulnya apa yang dilakukan kapal-kapal ini. Dan mengapa penegakan hukum belum mau dilakukan. Mungkin dilakukan mencari momen yang baik. Tapi kami khawatir ini jadi preseden yang buruk," ucap dia.
Baca juga: Pertahankan Hak Berdaulat, Pemerintah Terus Tingkatkan Kekuatan di Natuna