JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melakukan sejumlah upaya menghadapi potensi banjir akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang diprakirakan terjadi di Jabodetabek pada 8-12 Januari.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI, M Ridwan mengatakan, yang pertama akan dilakukan adalah memonitor prakiraan hujan dari BMKG dan meneruskannya kepada masyarakat.
Kedua, pihaknya akan berkoordinasi dengan kelurahan rawan banjir untuk memberikan edukasi tentang kebersihan lingkungan, serta tidak membuang sampah di kali atau lokasi yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran air.
"Ketiga, memastikan keberfungsian sistem peringatan dini AWS (Automatic Weather Sensor) dan DWS (Disaster Warning System) yang dipasang di 14 lokasi kelurahan rawan banjir," kata Ridwan, Rabu (8/1/2020).
Keempat, pihaknya akan mensosialisasikan masyarakat untuk melaporkan informasi banjir, memantau permukaan air setiap 3 jam, dan langsung menginformasikannya ke warga melalui berbagai media.