Jokowi Ingin Dubes Berperan sebagai Duta Ekspor Produk Indonesia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Kamis 09 Januari 2020 13:43 WIB
Presiden Jokowi bersama para duta besar. (Foto: Biro Pers Setpres)
Share :

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meningkatkan ekspor guna mengatasi persoalan defisit neraca perdagangan Indonesia. Salah satu langkah Jokowi untuk mengatasi persoalan tersebut dengan mendorong para duta besar turut berperan sebagai duta ekspor bagi negara.

Menurut dia, salah satu penyebab defisit neraca perdagangan yang tidak kunjung selesai lantaran selama bertahun-tahun Indonesia selalu fokus pada pasar-pasar tradisional dan negara-negara besar saja seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, atau China. Padahal, potensi pasar-pasar lain di dunia masih sangat besar untuk digarap.

Baca juga: Buka Raker Perwakilan RI, Jokowi Ingin Dubes Fokus Diplomasi Ekonomi 

"Sekarang justru negara-negara yang sedang berkembang, yang pertumbuhan ekonominya di atas 5 persen, itu banyak sekali. Memang tidak besar, kecil-kecil, tapi kalau dikumpulkan juga akan menjadi sebuah jumlah yang sangat besar," ujar Jokowi dalam raker Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Potensi pasar nontradisional tersebut misalnya di negara-negara Afrika. Di sana banyak negara yang ekonominya tumbuh di atas 5 persen. Terkait hal itu, Jokowi meminta para dubes jeli melihat dan menginformasikan peluang yang ada di sana.

"Ini tolong betul-betul dilihat dan diinformasikan ada peluang apa di situ? Sehingga di sini mengerti dan bisa mengolah. Kementerian Luar Negeri mendapatkan informasi, diolah dalam rapat terbatas, kemudian kita putuskan siapa yang harus menyelesaikan itu, barangnya yang dibutuhkan apa. Intelligent marketing seperti ini yang diperlukan sekarang, sehingga kita bisa masuk ke pasar-pasar Afrika, produk-produk apa yang diperlukan di sana, bisa masuk," jelasnya.

Baca juga: Jokowi Ingin Pemerintah dan Pemda Bersinergi dalam Penanganan Banjir 

Jokowi menyebut bahwa pasar-pasar di Afrika potensial untuk produk-produk usaha kecil dan menengah Indonesia. Hal itu mengingat negara-negara di sana belum menerapkan standar kualitas yang terlalu ketat.

"Yang saya senang sebetulnya kalau kita bisa masuk ke pasar-pasar di Afrika itu, yang banyak itu produknya usaha kecil dan menengah itu bisa masuk ke sana. Karena apa? Untuk urusan kualitas masih belum memiliki standar yang sangat ketat," imbuhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya