Politikus Swedia Ditangkap atas Kasus Perdagangan Manusia

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 10 Januari 2020 07:01 WIB
Foto: Reuters.
Share :

STOCKHOLM - Seorang politikus Swedia ditangkap setelah diduga terlibat dalam praktik penyelundupan imigran ke negaranya dengan imbalan sejumlah uang. Rashad Alasaad, yang mewakili Partai Sosial Demokrat yang berkuasa di Kota Ljungby, Kronoberg County mengakui bahwa uang menjadi alasan utamanya melakukan penyelundupan manusia.

Surat kabar Expressen melaporkan bahwa politikus kelahiran Suriah itu ditangkap di rumahnya pada Rabu, 8 Januari 2020 oleh 10 polisi berpakaian sipil. Alasaad dilaporkan memungut “biaya” antara USD2.000 dan USD3.000 (sekira Rp27,7 juta dan Rp41,5 juta) untuk menyelundupkan para imigran.

BACA JUGA: Swedia Deportasi 80 Ribu Imigran

“Orang itu telah dibawa untuk diinterogasi dan kemudian ditangkap. Dugaannya adalah perdagangan manusia,” kata Juru Bicara Kepolisian Ewa-Gun Westford sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (10/1/2020).

Sebelumnya Expressen telah melaporkan bahwa Alasaad yang terpilih pada pemilihan umum lokal 2018 menawarkan menyelundupkan orang ke Swedia dengan imbalan uang.

Pada pertemuan dengan wartawan Expressen di kota pelabuhan Yunani Chania di Pulau Kreta, dia bercanda, mengatakan dirinya telah menyelundupkan sejumlah besar orang ke Swedia. Pertemuan yang direkam dengan kamera tersembunyi itu mendorong polisi perbatasan meluncurkan penyelidikan awal dalam kasus perdagangan manusia terhadap Alasaad.

BACA JUGA: Laporan Media Ungkap Menhan Irak Adalah Warga Swedia dengan Catatan Kriminal

Ketika dihadapkan dengan bukti foto, Alasaad mengakui "daftar harga" untuk penyelundupan adalah antara SEK20.000 (sekira Rp29,3 juta) per anak dan SEK30.000 (sekira Rp44 juta) per orang dewasa. Menurut Expressen, Alasaad menggunakan iklan di Facebook dengan nama palsu, menawarkan untuk menyelundupkan migran dari Yunani ke Swedia dengan bantuan paspor yang dipinjam.

“Hanya mereka yang ada di Yunani. Paspor Suriah dengan izin tinggal Swedia dijual. Hanya untuk mereka yang terlihat seperti pemegang paspor,” katanya sebagaimana dilaporkan surat kabar itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya