JAKARTA – Partai Gerindra menyatakan belum mengkaji usulan PDIP terkait sistem pemilu proporsional tertutup. Maka itu, Gerindra belum bisa menanggapi usulan tersebut.
"Jadi gini. Gerindra sampai sekarang belum memutuskan apakah proposional terbuka atau tertutup, karena kami terus terang belum melakukan rapat internal untuk mengkaji ini," kata Wasekjen DPP Gerindra Andre Rosiade ketika berbincang dengan Okezone, Rabu 15 Januari 2020.
Baca juga: Usulan Sistem Proporsional Tertutup, Wapres Ma'ruf Harapkan Sistem Terbaik
Meski belum dibahas di internal Gerindra, Andre memastikan pihaknya akan segera mengkaji dan menyerap aspirasi, sehingga dalam menentukan keputusan dapat memberikan yang terbaik bagi partai serta masyarakat.
"Tapi dalam waktu dekat kami akan mendengarkan aspirasi dan melakukan kajian, apakah kita milih mana. Tentu pilihan ini harus baik bagi Gerindra dan rakyat Indonesia. Sampai sekarang kita enggak ada keputusan apa-apa," bebernya.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Minta DPR Kaji Mendalam Usulan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
Andre menjelaskan, pada prisinsipnya sistem pemilu proposional tertutup memiliki kelebihan yakni dengan otomatis partai akan lebih dominan dalam menentukan anggota DPR terpilih.
"Sementara sistem pemilu proposional terbuka, masyarakat jauh lebih dominan dalam menentukan wakil rakyatnya," ujar dia.
Oleh karena itu, Andre berpendapat secara pribadi bahwa jalan tengahnya mengambil sistem proposional kombinasi atau gabungan. Akan tetapi, dirinya mengembalikan keputusan tersebut kepada partai.
"Menurut saya, mungkin win-win solution-nya adalah penggabungan atau kombinasi, tapi kita tunggulah kajian mana yang terbaik," tuturnya.
Baca juga: PPP Nilai Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Bisa Tangkal Penyimpangan
(Hantoro)