Selain itu Khudori menyatakan, perusahaan yang dipimpinnya ini telah melisensi varietas kentang medians sejak tahun 2013. Planlet kentang medians ini kemudian didistribusikan ke daerah sekitar Garut, Dieng, hingga Riau.
Varietas Medians sendiri memiliki keunggulan warna yang cerah, mata tunas yang dangkal, dan tahan terhadap penyakit busuk daun. Mata tunas yang dangkal membuat medians sangat cocok digunakan untuk bahan baku kentang industri utamanya keripik kentang.
Sejak Februari 2019 perusahaannya mampu memproduksi sebanyak 500 botol planlet.
Ditengah kesibukannnya sebagai Direktur PT. Horti Agro Makro (HAM), Khudori juga sering menjadi pembicara di berbagai daerah sentra kentang di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTB, NTT. Selain itu, Khudori pun tergabung dalam Tim perumus Pedomanan Perbenihan Kentsat Direktorat Jenderal Hortikultura dan Team Perumus Standar Operasional Perbenihan kentang Dirjen Hortikultura.
Selain itu, Khudori juga membina ratusan anak-anak muda di bidang pertanian yang nantinya akan dicetak menjadi petani muda milenial. “Semuanya berjumlah 200an orang anak-anak muda yang saya bina, dan meraka akan menjadi petani pengusaha milenial,” tegas Khudori.