BOGOR - Rumah tidak layak huni di Kampung Pulo Geulis, Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ambruk. Lima orang termasuk bayi 40 hari luka-luka tertimpa material.
Salah satu korban, Tjitjih Sukarsih (69) mengatakan, peristiwa itu terjadi saat mereka tidur di ruang tengah sekira pukul 01.40 WIB. Tiba-tiba, atap rumah ambruk dan menimpa Tjitjih dan empat keluarganya.
"Umi lagi tidur ramai-ramai di tengah. Tau-tau ambruk aja itu atasnya," kata Tjitjih kepada Okezone, Selasa (28/1/2020).
Baca Juga: Sungai Cisambeng Meluap, Sejumlah Rumah Warga di Majalengka Ambruk
Akibat kejadian tersebut, Tjitjih berserta empat anggota keluarganya yakni Lia Robiatul (25), Dinul Rachman (25), Nur Cahyani (21) serta bayi M. Kenan Rafasya berusia 40 hari mengalami luka-luka.
"Yang kena itu ada lima orang sama umi. Cicit umi (Kenan) juga kena dia luka di kepalanya. Kalau umi juga kepala di jahit ini sama tangan (terkilir)," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Lurah Babakan Pasar, Syamsuddin Noor mengatakan, rumah Tjitjih memang masuk ke dalam program rumah tidak layak huni (RTLH) Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor.
"Sudah, sudah masuk tahun ini. Mungkin pelaksanaannya itu sekitar bulan Februari atau Maret mungkin," ucap Syamsuddin.
Baca Juga: Polisi Periksa Dugaan Unsur Pidana Dalam Kasus Gedung Roboh di Slipi
Saat ini, pihaknya tengah berusaha untuk membantu para korban dengan dana tak terduga milik kelurahan. Selain itu, juga akan memberikan kontrakan sementara di sekitar lingkungan tersebut selama tiga bulan.
"Sementara kita akan kontrakan dulu maksimal tiga bulan. Kita juga gunakan dana darurat untuk membantu keluarga korban," pungkasnya.
(Arief Setyadi )