TANGERANG SELATAN – Pewaris Kerajaan di Lampung, Edwar Syah Pernong, mengungkapan perbedaan kerajaan abal-abal dengan raja-raja nusantara yang sah. Menurutnya, raja palsu hanya mengutamakan kepentingan pribadi melalui kreasi berbalut tampilan eksebisi.
Hal ini, menurutnya, berbeda dengan raja nusantara yang sah. Mantan Kapolda Lampung tersebut menjelaskan, raja nusantara yang sah merupakan penegak tradisi maupun kebudayaan.
"Kalau raja (sah) itu dia adalah penegak tradisi, meluruskan tradisi-tradisi, kemudian merangkum kearifan-kearifan lokal sebagai kapital sosial kebudayaan nasional. Karena puncak dari kebudayan lokal ini adalah kebudayaan nasional," katanya kepada Okezone.
Ia mengungkapkan hal tersebut usai pertemuan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) menggelar pertemuan di kawasan Intermark, Serpong, Tangsel, Rabu (29/1/2020).