Siapa Saja yang Dievakuasi?
Sebanyak 200 warga negara Jepang sudah diterbangkan dari Wuhan dan mendarat di Bandara Haneda, Tokyo, pada Rabu 29 Januari 2020.
Sekira 650 lainnya mengatakan ingin juga dipulangkan dan Pemerintah Jepang mengaku sedang merencanakan penerbangan tambahan.
Masih pada Rabu 29 Januari 2020, para karyawan Konsulat AS serta sejumlah warga AS meninggalkan Wuhan. Mereka mungkin harus menetap sementara di sebuah hanggar bandara secara terisolasi selama dua pekan.
Baca juga: Penjualan Kelelawar di Palangkaraya Anjlok Drastis Dampak Virus Korona
Kemudian Australia berencana memulangkan warganya dari Wuhan. Namun, sebagaimana dipaparkan Perdana Menteri Scott Morrison, orang-orang tersebut akan dikarantina selama dua pekan di Pulau Christmas, sekira 2.000 kilometer dari daratan utama.
Lalu Kementerian Luar Negeri Inggris juga sedang menyiapkan rencana mengevakuasi sebanyak 200 warganya dari Wuhan.
Secara terpisah, dua pesawat untuk menerbangkan warga negara-negara anggota Uni Eropa telah dijadwalkan. Menurut rencana, sebanyak 250 warga negara Prancis akan menumpang pesawat pertama.
Pihak Korea Selatan juga mengatakan 700 warganya akan terbang menggunakan empat pesawat pekan ini.
Baca juga: Pulang dari China, Pasien RSUD M Yunus Bengkulu Diisiolasi 14 Hari
(Hantoro)