“Untuk sementara aplikasi ini difokuskan pada produksi benih bantuan pemerintah. Kedepan Kementan akan mengodok aturan agar benih free market juga dapat terdaftar pada aplikasi ini sehingga jangkauan informasi benih tanaman pangan dapat terpantau oleh pemerintah dan masyarakat pertanian imbuhnya,” ujarnya.
Terakhir Takdir menuturkan bahwa hadirnya aplikasi ini juga sebagai bentuk keseriusan Kementan menyambut Revolusi industri 4.0, dimana sektor pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan kedepan.
“Data yang ada bukan hanya bermanfaat bagi petani, produsen benih, lembaga sertifikasi tetapi juga pemerintah dalam mengambil kebijakan tentang ketersediaan benih unggul dalam negeri untuk meningkatkan produksi padi dalam negeri,” demikian kata Takdir.
(cm)
(Fahmi Firdaus )