Meski tidak ada bantuan dari negara, Rohendi mengaku merasa bangga karena perjuangan untuk mencerdaskan anak-anak pemulung itu berhasil.
"Kalau dihitung 60 persen pekerjaan anak sebagai pemuluh sudah menurun, mereka sekarang sudah banyak yang sekolah," katanya.
Berdasarkan pantauan Okezone, selain rutinitas belajar di sekolah, siswa dan siswi MTs Al Muhadjirin diwajibkan menunaikan salat berjamaah.
Rutinitas keagamaan tersebut, kata Rohendi, sudah diwajibkan bagi para pelajar di sekolahnya. Karena memang itu merupakan salah satu ritinitas yang harus diterapkan agar ketika mereka belajar bisa berjalan dengan fokus.
"Itu diwajibkan oleh kami, selaku pihak sekolah. Kalau masuk pagi ya mereka Salat Duha. Kalau masuk Zuhur, dia salat berjamaan. Karena secara rutinitas, itu untuk kefokusan dalam belajar. Karena di balik itu ada kaidah-kaidah dalam hal agama," jelasnya.
(Hantoro)