PALEMBANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluarkan peringatan soal potensi bencana alam di wilayah Sumsel akibat hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Sumsel, Bambang Beny berujar bahwa potensi bencana masih tetap ada menyusul adanya angin muson barat yang sarat uap air.
"Wilayah Sumsel mengakibatkan peningkatan curah hujan dan adanya potensi hujan disertai petir dan angin. Secara lokal, permukaan Sumsel yang umumnya berkarakteristik rawa dan sungai menjadi penyuplai uap air," kata Bambang, Selasa (11/2/2020).
Berdasarkan kondisi regional dan lokal, maka dapat menyebabkan peningkatan curah hujan secara terus menerus. Curah hujan di wilayah Sumsel bagian barat yakni wilayah Bukit Barisan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
"Bencana hidrometeorologi yakni genangan atau banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Sedangkan potensi bencana angin kencang, puting beliung berpotensi di wilayah Pagaralam, Prabumulih, Banyuasin, Palembang, OKI, Ogan Ilir, OKU Timur, OKU dan OKU Selatan," tuturnya.
Secara umum, kondisi hujan disertai petir dan angin di wilayah Sumsel akan berpotensi meningkat antara 11-16 Februari 2020 dan baru akan menurun pada 17-18 Februari 2020.
Sedangkan secara khusus, hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi terjadi selama musim hujan. Kabut radiasi pada dini hingga pagi hari yang bisa mengurangi jarak pandang juga masih kemungkinan terjadi di wilayah itu.
BMKG mengimbau masyarakat dan stakeholder terkait agar waspada dan senantiasa memperbaharui informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG, serta melakukan tindakan preventif dengan meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi dengan cara melakukan memperbaiki infrastruktur agar lebih tahan bencana, membersihkan serta memperbaiki drainase.