Di samping itu, kata dia, menangani virus Chikungunya yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti harus pula membasmi dari mana sarangnya berasal. Misalnya dengan menjaga kebersihan melalui pola 3 M, yaitu mengubur barang bekas, menguras bak penampungan air, dan menutup tempat-tempat yang bisa dijadikan sarang nyamuk.
"Juga persoalan sanitasi. Sanitasi ini maka kita dorong program tadi yang saya sebutkan, Jelita. Membangun budaya DAS (Daerah Aliran Sungai) itu, agar masyarakat tidak memiliki perilaku yang merusak, menahan lajunya air, buang sampah sembarangan, sampahnya tidak diolah sehingga menumpuk, jadi tidak sehat," ungkapnya.
Baca Juga: Putri Ma'ruf Amin Sambangi Korban Banjir di Tangsel
Siti Nur Azizah sendiri kini rutin turun ke tengah-tengah masyarakat Tangsel melalui programnya yang disebut "Ngampung". Dia menyerap langsung berbagai aspirasi mengenai apa yang dirasakan masyarakat.
Memerjuangkan aspirasi yang diserapnya itu, Siti Nur Azizah bertekad keras untuk memimpin Kota Tangsel ke depan. Menurutnya, perubahan hanya bisa dilakukan jika kursi kepemimpinan berhasil direbut. Dengan begitu, segala kebijakan dan cita-cita Pemerataan Kemajuan untuk Kesejahteraan (Permata) bisa dicapai.
(Fiddy Anggriawan )