Seleksi tingkat provinsi diikuti sekitar 2.638 peserta. Mereka akan memperebutkan 1.014 Panitia Penyenggara Ibadah Haji (PPIH) kelompok terbang atau kloter, terdiri dari ketua kloter dan pembimbing ibadah kloter. Selain itu, ada juga 305 kuota PPIH Arab Saudi.
“Proses seleksi diawasi oleh tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Kami membutuhkan petugas yang mempunyai komitmen dalam membina, melayani, dan melindungi jemaah, serta memiliki wawasan keagamaan yang moderat,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan dalam penyelenggaraan seleksi, seluruh pejabat eselon I, II, III Ditjen PHU bersama tim Itjen Kemenag turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan transparan dan akuntabel.
"Petugas dengan kriteria terbaik akan diajukan oleh Kakanwil ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk ditetapkan sebagai peserta pembekalan calon petugas. Pembekalan masih menjadi bagian dari proses seleksi. Bahkan, selama bertugas di Saudi pun masih dilakukan pengawasan oleh tim pengawas. Jika melanggar, tidak tertutup kemungkinan akan dipulangkan lebih awal," lanjutnya.
Seleksi petugas haji tahap kedua atau tingkat Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat diikuti 364 peserta, terdiri dari 195 calon ketua kloter, 139 calon pembimbing ibadah, dan 30 PPIH Arab Saudi.
Plt Kakanwil Kemenag Jabar Hardiman Romdoni mengingatkan agar peserta meluruskan niat karena petugas haji adalah pelayan tamu Allah. Mereka bertugas dibiayai negara untuk melayani, membimbing, dan melindungi jemaah haji agar dapat melaksanakan rukun dan wajib hajinya.
(Salman Mardira)