JAKARTA - Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti angkat bicara soal usulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang ingin menutup SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo setelah adanya kasus perundungan atau bullying yang dilakukan oleh tiga siswa terhadap seorang siswi.
Ia mengatakan, pada awalnya sekolah tersebut mempunyai siswa yang cukup banyak. Namun, semakin setelah berdirinya banyak sekolah negeri mengakibatkan sekolah tersebut menjadi berkapasitas kecil.
"SMP Muhammadiyah Butuh berdiri tahun 1989. Pada awalnya jumlah siswanya cukup banyak. Berdirinya sekolah negeri berdampak pada berkurangnya siswa. Tetapi SMPM Butuh tetap berprestasi dan banyak alumninya berhasil dalam karir profesional," kata Abdul dalam keterangannya, Sabtu (15/2/2020).
Baca juga: Ganjar Minta Siswi Korban Bullying Pindah Sekolah
Menurut dia, SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo tetap berdiri karena komitmennya yang ingin terus mendidik para pelajar yang ditolak oleh sekolah negeri.
"Muhammadiyah menerima tiga siswa pindahan karena dikeluarkan dan ditolak oleh sekolah negeri. Dengan segala keterbatasan dan komitmen melayani masyarakat anak-anak 'bermasalah' tersebut diterima dengan harapan dapat dibina dengan baik," ujarnya.