Ia menambahkan, perkembangan terkini siswa yang menjadi korban meninggal berjumlah 8 murid dan 2 lainnya belum terkonfirmasi.
Insiden ini bermula ketika sejumlah siswa yang tergabung dalam kegiatan pramuka melakukan penyusuran Sungai Sempor. Insiden tersebut terjadi diperkirakan karena arus deras dan volume air sungai yang meluap secara tiba-tiba dari hulu sungai.
"Arus deras dan volume air ini menghanyutkan peserta susur sungai hingga mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan luka-luka," tandasnya.
(Hantoro)