SLEMAN - Kepala SMPN 1 Turi, Tutik Nurdiana angkat suara perihal tragedi susur Sungai Sempor, yang mengakibatkan sejumlah siswanya tewas. Ia pun mengaku tak mendapatkan informasi kegiatan susur sungai, ia meminta maaf atas kejadian yang dinilai sebagai musibah.
“Kami atas nama pihak sekolah memohon maaf, yang sebesar-besarnya atas musibah yang terjadi ini, yang benar-benar tidak kami prediksi sama sekali dari awal. Tidak kami duga,” kata Tutik di hadapan wartawan di SMPN 1 Turi, Sabtu (22/2/2020).
Tutik pun meminta doa dan dukungan atas hal tak menyenangkan yang menimpa siswa, dan membuat banyak pihak merasa bersedih. Ia dengan raut wajah lesu pun berharap doa agar arwah siswi-siswinya yang meninggal bisa diterima di sisi Tuhan.
“Kami juga memohon dukungannya, mohon doanya agar anak-anak yang sudah ditemukan diberikan khusnul khotimah dan amal ibadahnya, diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya,” imbuhnya.