Baca juga: Ternyata Kegiatan Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai Tidak Ada Koordinasi
Tutik juga mengakui tak ada koordinasi antara kepala sekolah dengan pembina tentang penyelenggaraan susur sungai. Menurut dia, kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan setiap semester sehingga dianggap hal yang lumrah saja untuk dilaksanakan.
“Kemarin ada program kegiatan susur sungai, ini rutin di latihan pramuka. Anak-anak, penduduk sini pasti familiar dengan lingkungan Turi ini maka tidak ada hal khusus. Pendamping 7 itu dari sekolah, bapak dan ibu guru. Saya kebetulan baru 1,5 bulan di sini dan program itu melanjutkan program lama. Semester lalu sudah ada, tapi jujur saya tak tahu program kemarin (susur sungai) karena dinilai hal biasa, anak Turi susur sungai itu biasa,” pungkasnya.
Hingga pukul 13.50 WIB terkonfirmasi delapan korban berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Terakhir pukul 10.35 WIB, jenazah atasnama Nadine Fadillah diidentifikasi oleh tim DVI Polda DIY yang bersiaga di Puskesmas Turi.
(Awaludin)