"Karena keadaan yang sangat genting, saya coba tidak rasakan sakit di kaki saya, walaupun darah juga bercucuran di kaki, saya tetap maju, saya paksakan kaki saya untuk melangkah, akhirnya kaki saya pun sempat luka sobek, mungkin kena tajamnya batu wadas di sungai, alhamdulillah saya direndam dengan air garam juga sudah lumayan, petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) juga sempat data ke sini (rumah Sudiro)," jelasnya.
Di sebelah utara Sungai Sempor lebih menyeramkan lagi. Banyak siswa putri yang masih terjebak di aliran Sungai Sempor yang berwarna cokelat dan deras.
"Mereka hanya pegangan akar pohon yang terdapat di pinggir kali, itu kalau sampai lepas mereka juga bisa hanyut, dengan kesigapan penuh, warga menyiapkan tangga, akhirnya siswa bisa naik ke pinggir sungai, siswa yang masih terjebak juga dibantu naik oleh Mas Kodir, beliau lari dari selatan ke utara," ungkapnya.
(Qur'anul Hidayat)