Polusi Udara Tangsel Disebut Terburuk di Indonesia, Pemkot: Kami Tak Yakin

Hambali, Jurnalis
Kamis 27 Februari 2020 04:01 WIB
Ilustrasi polusi di Jakarta (Okezone.com/Heru)
Share :

Hasil uji di Jalan Letnan Soetopo menunjukkan kadar kualitas udara PM2.5 di angka 11, dan PM10 di angka 50. Berikutnya di Jalan Siliwangi, Pamulang, kualitas udara PM2.5 mencapai 12, dan PM10 mencapai 53. Lalu di Bintaro, kadar PM2.5 mencapai angka 10 dan PM10 di angka 45.

"Hasilnya di bawah ambang batas. Kita tahu sendiri bahwa di Tangsel tidak ada pabrik-pabrik besar, polusi kendaraan juga biasa saja tidak sepadat Jakarta, lalu kenapa polusi udaranya disebut buruk? kan ini faktanya bertentangan. Kalau memang kualitas udara kita buruk, pasti sudah banyak yang terkena Ispa dan penyakit lainnya," ujarnya.

Yepi menyebutkan, bakumutu yang diterapkan DLH sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 1999. Sehingga dengan begitu, semua kegiatan hingga tataran teknis akan mengacu pada regulasi yang ada.

"Kita pernah juga membahas ini dalam suatu forum bersama kementerian (Kementerian LH), di sana memang akhirnya hasil uji dari lembaga-lembaga itu dianggap tidak bisa jadi acuan. Jadi kita memang hanya mengacu pada bakumutu yang diatur pemerintah," ucapnya.

Bahkan, menurut Yepi, jika ingin lebih fair dan transparan maka pihaknya menantang lembaga tersebut untuk melakukan metode pengujian kualitas udara bersama-sama. Tentunya dengan peralatan yang digunakan masing-masing.

"Kalau mau lebih fair, kita tantang uji bersama. Biar kita tahu metode mereka seperti apa, sesuai ketentuan nggak, begitupun nanti mereka cek juga pengujian kita bagaimana. Karena nggak semua alat itu bisa digunakan di semua wilayah, misalnya alat mereka biasa digunakan untuk di Eropa, lalu belum tentu akurat jika digunakan di wilayah tropis seperti Indonesia, hasilnya akan berbeda," tukasnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya