Dia mencontohkan pembuatan pupuk jenis SP-36 bahan dasarnya kalsit, kaolin, dan basar dicampur dengan serbuk arang sebagai pewarna hitam. Setelah tercampur bahan dibuat butiran kecil menggunakan mesin berbentuk wajan besar yang berputar.
Iswanto menyebutnya screen. Hasil penyaringan kemudian dikemas menggunakan kresek berukuran 50 kg/kresek. Produk diberi warna hitam agar menyerupai SP-36 asli.
“Kalau mau bikin jenis lain bahan yang tidak dipakai hanya arang. Bahan yang sudah tercampur tinggal diberi warna saat proses pembentukan granul. Pewarnaannya dengan cara disemprotkan,” kata Iswanto diamini rekan kerjanya di pabrik, Sriyono, seperti dilansir dari Solopos.
Selain hitam, pabrik itu juga membuat pupuk warna biru dan putih. Hitam untuk jenis SP-36, biru diberi merek Prima Plus dan Mutiara, sedangkan putih hanya kaolin tanpa campuran. "Kaolinnya buat apa kami enggak tahu," kata Iswanto.
Dia melanjutkan proses produksi tergantung pesanan. Satu pesanan bisa mencapai beberapa ton yang dikerjakan beberapa hari.