ANKARA – Pertemuan Parlemen Turki berubah menjadi perkelahian yang kacau setelah seorang anggota parlemen oposisi menuduh Presiden Recep Tayyip Erdoğan tidak menghormati tentara Turki yang terbunuh baru-baru ini di Idlib, Suriah.
Diwartakan Russia Today, Kamis (5/3/2020), selama sesi tertutup tentang operasi militer Turki di Idlib, anggota oposisi Partai Republik Rakyat (CHP) Engin Ozkoc mengatakan Erdogan tidak menghargai pasukan yang mati dan juga bertindak tidak bertanggung jawab dengan mengirim mereka ke dalam konflik tanpa penutup udara.
BACA JUGA: Sedikitnya 33 Tentara Turki Tewas dalam Serangan Udara di Idlib Suriah
Tuduhan itu dengan cepat meningkat menjadi keributan besar di dalam ruang rapat antara kubu pendukung pemerintah dan politisi oposisi. Pukulan dilayangkan dan anggota parlemen saling menampar dan menendang satu sama lain.
ð´Meclis Genel Kurulu'nda yumruklu kavga
ðMeclis Genel Kurulu'nda AKP'li ve CHP'li milletvekilleri arasında yumruklu kavga yaşandı.
ðCHP Grup Başkanvekili Engin Özkoç'un konuşması sırasında başlayan kavga sonrası oturuma 10 dakika ara verildi. pic.twitter.com/tV3f6cFuz7— dokuz8HABER (@dokuz8haber) March 4, 2020
Pekan lalu, lebih dari 30 tentara Turki terbunuh di Idlib setelah Ankara mengirim ribuan tentara ke provinsi Suriah itu dalam peningkatan besar permusuhan dengan Damaskus.
BACA JUGA: Ketegangan Turki-Rusia Meningkat Dampak Situasi di Idlib Suriah
Ozkoc juga mem-posting serangkaian cuitan yang menggandakan tuduhannya tentang Erdogan dan ofensif Turki di Idlib.
Mengomentari perselisihan itu, Ketua Majelis Nasional Agung Mustafa Şentop mengatakan kepada wartawan bahwa "penghinaan tidak memiliki tempat di bawah atap Parlemen." Dia menambahkan bahwa penyelidikan telah diluncurkan oleh kantor jaksa kepala Ankara ke dalam penghinaan yang ditujukan pada Erdogan.
(Rahman Asmardika)