SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersikap tegas untuk menolak kapal pesiar Viking Sun bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah. Kapal itu membawa 848 wisatawan dan 460 kru, yang memiliki riwayat berlabuh dari Darwin, Australia.
“Ini risiko terlalu besar, kalau kita membandingkan keselamatan 1,7 juta warga Semarang dengan kehadiran 800 penumpang kapal. Jadi, kami memilih untuk bisa melindungi 1,7 juta warga kota Semarang,” kata pria yang akrab disapa Hendi tersebut, Kamis (5/3/2020).
Baca Juga: Kronologi Penolakan Kapal Pesiar Viking Sun di Semarang
Dia menjelaskan, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga telah diterjunkan untuk memeriksa seluruh penumpang maupun awak kapal. Meski, hasil pemeriksaan tak menunjukkan indikasi terpapar Covid-19, namun kapal berbendera Norwegia itu sempat berlabuh di negara yang terjangkit korona.
“Secara umum dinyatakan pasien tidak ada yang suspect korona. Cuma kalau bicara histori kan ada masa inkubasi (korona) 14 hari. Pada kurun waktu 14 hari itu mereka pernah mendarat di Australia di Darwin. Kita enggak ngerti apa yang sedang terjadi pada penumpang tersebut,” ujarnya.
“ Tapi sekali lagi ini untuk keamanan perlindungan dan juga kenyamanan seluruh warga Kota Semarang, kami memutuskan seperti itu (menolak kapal Viking Sun bersandar),” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, kapal tersebut berangkat dari Darwin, Australia kemudian ke Labuan Bajo, setelah itu menuju Semarang. Rencananya, setelah itu ke Surabaya dan Bali. Namun, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menolak kapal itu bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Alasannya, diduga ada dua wisatawan di kapal itu yang terjangkit virus korona.
Baca Juga: Polisi Bongkar Perdagangan Masker Ilegal di Kepulauan Riau
(Arief Setyadi )