Kata Nana tiga tersangka itu berasal dari Palembang. Sejak beraksi dari tahun 2015 hingga saat ini dan berhasil meraup keuntungan hingga puluhan juta dari para korbannya.
Adapun modus mereka saat melancarkan aksinya menunggu momen saat Bank BCA sedang melakukan pembaruan sistem. Disitulah mereka melakukan transaksi dengan virtual account namun uang direkening para tersangka tidak berkurang.
"Modus mereka melakukan pemanfaatan sistem BCA yang maintenece dengan cara transaksi top up ke virtual account dengan m bangking dimana saldo tersangka enggak berkurang tapi melakukan virtual account berkali-kali oleh pelaku," ungkap Nana.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, tiga tersangka beraksi dengan cara membeli pulsa atau mengisi saldo OVO. Setelah mengisi saldo OVO, para tersangka mencairkan uang itu.
"Dia bobol BCA random misalnya mau isi OVO. Misal isi OVO Rp500 ribu di rekeningnya enggak hilang tapi yang hilang uang bank. Misal dia mau beli pulsa, dia top up pulsa terus dikali lipat terus," jelas Yusri.