Melihat situasi tidak kondusif di depan kantor ojol tersebut, polisi lantas menarik mediasi ke Mapolsek Depok Timur yang jaraknya tidak terlalu jauh. Meski begitu, massa ojol yang jumlahnya sudah ribuan tetap melakukan aksi solidaritas menuntut penuntasan kasus dugaan kekerasan yang dialami salah satu rekan pengemudi.
"Sebenarnya bukan pengeroyokan, tapi penganiayaan pun tidak ada luka-luka berat. Dari situ ada mediasi mereka (ojol), namun karena datangnya bersama-sama, dikira kantornya diserang," ungkapnya.
Ia mengatakan, polisi berjanji akan menindaklanjuti hasil mediasi apabila memang ditemukan indikasi pelanggaran hukum.
"Karena itu kami minta teman ojol yang korban, entah yang dirampas maupun yang dianiaya, untuk melapor. Ada beberapa kasus ini makannya kita telaah satu-satu agar jelas," jelasnya.
Baca juga: Polisi Buru Debt Collector yang Bentrok dengan Ojol di Rawamangun