Ayam dan Telur Senilai Rp11,2 Miliar Dihancurkan Gara-Gara Hoaks COVID-19

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 11 Maret 2020 12:05 WIB
Foto: Okezone.
Share :

NEW DELHI - Wabah virus korona (COVID-19) sejauh ini belum membunuh siapa pun di India, tetapi memberikan dampak yang benar-benar mematikan bagi industri perunggasan di negara itu. Beredarnya desad-desus palsu mengenai virus tersebut telah menyebabkan seorang petani menghancurkan seluruh mata pencahariannya.

Suresh Bhatlekar, seorang peternak unggas dari Kota Dahanu di Negara Bagian Maharashtra, adalah salah satu dari banyak produsen unggas lokal yang menjadi korban kepanikan terkait dengan virus korona.

Sebuah posting media sosial yang mengisyaratkan bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui daging putih telah menyebar di India melalui platform berbagi pesan seperti WhatsApp.

Meski pun tidak berdasar desas-desus itu telah mendorong banyak orang untuk menyingkirkan ayam dan telur dari makanan sehari-hari mereka, menyebabkan penjualan unggas anjlok hingga 80 persen di seluruh India, produsen telur terbesar ketiga dan produsen ayam keempat di dunia.

Upaya-upaya oleh para profesional industri, anggota parlemen dan dokter hewan untuk meyakinkan publik sejauh ini sia-sia. Beberapa petani, berjuang untuk membayar karyawan mereka karena kurangnya permintaan, memilih langkah-langkah drastis, salah satunya adalah Bhatlekar.

"Karena kerugian, pekerja saya tidak punya pekerjaan karena saya telah menghentikan produksi," kata Bhatlekar, sebagaimana dilansir Hindustan Times. Bhatlekar mengatakan bahwa dia terpaksa menghancurkan telur dan anak ayam bernilai sekira USD782.000 (Rp11,2 miliar).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya