173 Orang Menderita DBD di Cirebon, 2 Meninggal

Fathnur Rohman, Jurnalis
Rabu 11 Maret 2020 13:46 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Lebih lanjut, Nanang mengatakan, masyarakat di Kabupaten Cirebon harus mengetahui karakteristik penyakit DBD. Sebab, penyakit ini memiliki siklus tersendiri yang biasa disebut dengan siklus pelana kuda.

Ia memaparkan, dalam siklus pelana kuda, demam yang diderita pasien DBD akan mereda atau turun di hari kelima (terhitung saat pasien pertama kali terkena DBD). Setelah itu, pada hari keenam dan ketujuh, demam yang diderita pasien DBD akan kembali naik. Ia menyarankan, supaya pasien yang terkena DBD tetap memeriksakan kondisi tubuhnya sampai masa siklus pelana kuda berakhir.

"Biasanya mereka enggan memeriksakan atau dibawa ke rumah sakit. Soalnya pas hari kelima demamnya turun. Mereka mengira sudah baikan. Padahal di hari keenam itu akan naik demamnya," jelas Nanang.

Pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya penyakit DBD. Salah satunya yakni menyiagakan satu orang jumantik (juru pemantau jentik) di setiap rumah di Kabupaten Cirebon.

Ia menyarankan masyarakat menanam tanaman seperti lavender dan lainnya yang bisa mengusir nyamuk.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya