Spanyol Berlakukan Lockdown Selama 2 Minggu Imbas Virus Korona

Agregasi VOA, Jurnalis
Minggu 15 Maret 2020 16:12 WIB
Warga membawa persediaan bahan pokok sambil mengenakan masker di depan sebuah toko pusat kota Barcelona, Spanyol (Foto: Voa Indonesia)
Share :

SPANYOL pada Sabtu 14 Maret mengumumkan akan membatasi pergerakan penduduknya yang berjumlah 46 juta orang untuk mengendalikan pandemi virus korona atau Covid-19 yang menyebar di Eropa. Langkah serupa di Italia yang melarang warganya keluar masuk negara diterapkan selama dua minggu.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, ketika mengumumkan langkah itu, mengatakan warga hanya diperbolehkan untuk meninggalkan rumah untuk membeli makanan dan obat-obatan, bekerja, mencari layanan kesehatan atau membantu anak-anak dan lansia.

Para pejabat Spanyol mengatakan, hingga Sabtu 14 Maret ada lebih dari 5.700 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Angka itu naik 1.500 dalam 24 jam. Jumlah korban tewas telah naik menjadi 136. Spanyol memiliki jumlah kasus tertinggi kelima, setelah China, Italia, Iran dan Korea Selatan.

Perancis juga mengumumkan pembatasan baru untuk mengendalikan virus itu. Para pejabat telah menutup tempat-tempat wisata utama, seperti Menara Eiffel dan Louvre. Namun, mulai Minggu (15/3/2020), sebagian besar tempat di mana orang-orang berkumpul seperti restoran, bioskop, ritel yang non-esensial juga akan ditutup.

Tercatat ada 3.600 kasus virus korona yang dikonfirmasi dan 91 kematian di Prancis hingga Sabtu 14 Maret. Amerika Serikat, Sabtu 14 Maret, memperluas larangan perjalanan dari Eropa untuk mencakup Inggris dan Irlandia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya