BAGHDAD - Presiden Irak Barham Salih pada Selasa (17/3/2020) menunjuk Adnan al-Zurfi sebagai perdana menteri baru. Salih ditugaskan membentuk pemerintahan dalam waktu 30 hari, dalam upaya untuk mengatasi kebuntuan politik yang telah terjadi selama berbulan-bulan.
Diwartakan Reuters, Zurfi, seorang mantan Gubernur Provinsi Najaf selama masa pendudukan AS setelah invasi 2003. Dia juga menjabat sebagai ketua pengelompokan parlemen Nasr
yang dikelola Amerika Serikat (AS) yang mengambil alih Irak setelah invasi AS 2003, adalah ketua kelompok kecil parlemen di bawah pimpinan mantan Perdana Menteri Haider al-Abadi, yang juga sekutu AS.
Pada 2 Maret, PM sementara Irak, Adel Abdul Mahdi, menyatakan mundur dari sebagian besar tugasnya, sehari setelah pria yang ditunjuk menjadi perdana menteri menarik pencalonannya.
(Rahman Asmardika)