NEW DELHI - Hampir satu miliar penduduk India tinggal di dalam rumah pada Minggu (22/3/2020) setelah Perdana Menteri (PM) Narendra Modi meminta mereka mengisolasi diri untuk membendung penyebaran virus corona (COVID-19) yang meyebar cepat di negara itu.
Menurut data resmi, sejauh ini sedikitnya terdapat 324 kasus virus corona di India, dan empat orang telah meninggal dunia.
Meskipun penguncian (lockdown) itu bersifat sukarela dan bukan larangan langsung pada pergerakan orang, permintaan PM Modi untuk menjaga jarak membantu mengurangi jumlah orang yang turun ke jalan-jalan di India menurun secara drastis.
Modi meminta 1,3 miliar orang India untuk tinggal di rumah pada Minggu pukul 5 sore waktu setempat dan secara bersama mendukung pekerja kesehatan garis depan. Lockdown tersebut berlangsung selama 14 jam.
Tak lama sebelum waktu yang ditentukan, penduduk di Ibu Kota New Delhi bermunculan di balkon dan atap rumah bertepuk tangan, membunyikan bel, menggedor panci dan wajan, memainkan rekaman musik dan menyalakan kembang api sebagai bentuk penghargaan bagi para pekerja pelayanan publik.
Al Jazeera melaporkan, warga juga mengirimkan burung gagak dan burung parkit dari puncak pohon, anjing-anjing liar serta sapi-sapi ke jalanan yang sepi.
PM Modi mendesak masyarakat untuk menyikapi lock down yang dianjurkan secara lebih serius. Melalui cuitan di Twitter, dia meminta pemerintah negara bagian untuk memastikan penerapan aturan dan hukum selama langkah itu diberlakukan.
(Rahman Asmardika)