JAKARTA - Pakar kesehatan dari Australia memprediksi Indonesia kemungkinan menghadapi lonjakan besar kasus virus corona setelah respons pemerintah yang lambat, serta menutupi infromasi kasus Covid-19. Padahal Indonesia merupakan populasi keempat terbesar di dunia.
Kurang dari tiga minggu setelah melaporkan kasus pertama, Indonesia mencatat ada 686 kasus positif virus corona, 30 Sembuh, 55 Meninggal pada Selasa (24/3/2020).
Baca juga: Pria Amerika Serikat Tewas Usai Minum Cairan Chloroquine
Baca juga: Mendagri: Rapid Test Massal Rawan Penularan Corona
Sementara Jakarta, kota berpenduduk 10 juta orang, melaporkan 579 kasus infeksi Covid-19 dan 18 kematian. Gubernur DKI Jakarta pada Jumat pekan lalu mengumumkan keadaan darurat di Ibu Kota.
Direktur University of Molecular Bioscience dari University of Queensland, Profesor Ian Henderson, mengatakan Indonesia kemungkinan memiliki lebih banyak kasus daripada yang dilaporkan saat ini.
"Tanpa pengujian skala besar, pelacakan kontak dan tindakan karantina, peluang penyebaran virus ini sangat tinggi," katanya mengutip Canberra News.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pengujian massal adalah cara paling efektif untuk mengatasi virus corona.
Rasio jumlah orang meninggal akibat virus corona di Indonesia sebesar 8,7 persen, tertinggi di dunia, bahkan lebih tinggi dari 8,3 persen di Italia, pusat pandemi Covid-19 di Eropa.
(Rachmat Fahzry)