Lockdown Metode Terbaik untuk Memperlambat Penyebaran Virus Corona

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Jum'at 27 Maret 2020 12:57 WIB
Banner film dokumenter 1 bulan lockdown di Wuhan produksi CGTN. (Foto/YouTube)
Share :

OXFORD – Pembatasan wilayah (lockdown) dan pembatasan perjalanan adalah metode terbaik untuk memperlambat penyebaran virus corona. Hal tersebut merupakan hasil riset terbaru yang mengambil contoh kasus di China.

Para peneliti dari Universitas Oxford di Inggris dan Universitas Northeastern di Boston, Massachusetts, AS, menemukan bahwa di Kota Wuhan, Hubei, China, kebijakan pembatasan perjalanan dilakukan terlambat.

Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, merupakan pusat dan pertama kali virus corona ditemukan pada Desember 2019.

Setelah lockdown diberlakukan, kasus-kasus virus corona di wilayah yang berbatasan dengan Wuhan turun 92 persen dari 515 menjadi 39.

Sedangkan di luar Provinsi Hubei, mereka yang membatasi perjalanan dan fokus pada pengujian dan pelacakan, mengatasi wabah virus corona dengan sangat baik.

Pada tanggal 31 Januari, Wuhan lockdown dan tidak mengizinkan siapapun yang tinggal kota itu untuk keluar dengan pesawat atau bus.

Namun kebijakan lockdown terjadi lebih dari empat minggu setelah virus pertama kali terdeteksi. Tim menilai kebijakan itu terlambat karena warga China sedang merayakan Tahun Baru Imlek, di mana banyak warganya yang pulang kampung atau pergi liburan.

Sementara kota-kota lain di China, bertindak lebih cepat dan mampu mengendalikan penyebaran virus virus corona.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science ini, tim menganalisis data geolokasi dari perusahaan teknologi China Baidu, In dan Open Working Group-19 Data Working Group, yang didanai oleh Oxford Martin School.

Para periset mengatakan, karena rata-rata periode inkubasi hanya lima hari, manfaat dari pembatasan perjalanan tidak terlihat selama seminggu setelah lockdown.

Sebelum 31 Januari, dari semua kasus yang dilaporkan di luar Hubei, 515 di antaranya memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan dan memiliki gejala-gejala terpapar virus corona.

Baca juga: Para Dokter di Spanyol Terpaksa Memilih Siapa yang Akan Mati karena Virus Corona

Baca juga: Kota Madrid Tinggalkan Penggunaan Test Kit Covid-19 Buatan China

Tetapi, setelah 31 Januari, hanya 39 kasus memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan.

Para peneliti mengatakan, efek pembatasan perjalanan bisa mengurangi penyebaran virus corona ke provinsi-provinsi China lainnya.

"Temuan kami menunjukkan bahwa di awal pembatasan perjalanan wabah virus corona efektif dalam mencegah kasus impor dari sumber yang diketahui," kata Dr Moritz Kraemer, seorang peneliti di Universitas Oxford melansir Daily Mail, Jumat (27/3/2020).

Namun, lanjut Dr Kraemer, begitu kasus Covid-19 mulai menyebar secara lokal, kontribusi kasus impor akan mengecil.

“Di sinilah langkah-langkah termasuk pembatasan mobilitas lokal, pengujian, pelacakan dan isolasi perlu bekerja bersama untuk mengurangi epidemic,” katanya.

Namun, Dr Kraemer memperingatkan bahwa provinsi-provinsi di China dan negara-negara lain yang telah membatasi pembatasan harus hati-hati mengelola pembatasan perjalanan.

“Pembatasan perjalanan dan mobilitas adalah yang paling berguna sejak awal, ketika transmisi lokal belum menjadi factor [utama]. Setelah penularan terjadi, jarak fisik dan karantina individu yang sakit akan berhasil, tetapi butuh waktu,” tutur Dr Samuel Scarpino dari Network Science Institute (NetSI) di Northeastern University.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya