Jenazah Pasien Covid-19 Ditolak Warga, Pemerintah Dinilai Perlu Gandeng Ulama

Taufik Budi, Jurnalis
Rabu 01 April 2020 21:58 WIB
Ilustrasi. (Foto : Shutterstock)
Share :

“Pemahaman atau edukasi di masyarakat ini menjadi tanggung jawab gubernur, bupati, wali kota untuk menyampaikan yang sebenarnya tentang virus corona itu seperti apa, dampaknya seperti apa, kemudian cara untuk mengurangi dampak itu bagaimana,” ujarnya.

“Misalnya jangan berkerumunan, jelaskan kenapa tidak boleh berkerumun. Jadi sekarang ini malah orang takut ketemu orang lain, akhirnya sekarang itu phobia. Termasuk ada orang yang sudah meninggal karena phobia enggak boleh dimakamkan. Ini tugas gubernur, wali kota, bupati (mengedukasi),” tambahnya.

Berdasarkan informasi, jenazah pasien positif Covid-19 yang baru dimakamkan di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa 31 Maret malam, terpaksa dibongkar kembali. Pembongkaran makam dipimpin langsung Bupati Banyumas Achmad Husein, Rabu (1/4/2020).

Pembongkaran dilakukan karena adanya penolakan dari warga desa setempat dan desa tetangga, yaitu Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Mereka mengaku khawatir tertular virus dari jenazah yang dimakamkan di lahan milik pemerintah kabupaten itu.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya