Dengan ambulans berplat BB 505 R milik Pemkab Mandailing Natal yang dikemudikan Muhammad Nasution dan didampingi seorang perawat, Iswardi.
Keduanya mengenakan alat pelindung diri lengkap dengan baju hazmat dan kaca pelindung wajah sesuai Standart yang ditetapkan.
Selama tiga jam, mereka menanti kepastian dari RSUD Padangsidimpuan, selama itu pula si pasien berada dalam ambulans dan tidak ditangani sesuai petunjuk penanganan.
Sebab, pasien itu seperti sudah menjadi momok bagi warga pengunjung serta petugas medis yang berada di RS yang telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan Covid-19.
"Kami kan dari sana tadi sudah telpon duluan, karena di sini (RSUD Padangsidimpuan) rujukannya. iya, bawa saja jawaban dari sini, makanya kami kemari. Tapi inilah masih menunggu, bagaimana kalau gak bisa mungkin kami bawa balik lagi ke Panyabungan," Muhammad Nasution.