Peristiwa 4 April: Gempa di India Tewaskan 20 Ribu Orang

Muhamad Rizky, Jurnalis
Sabtu 04 April 2020 07:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

Selanjutnya mereka setuju bahwa jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota akan menggunakan hak mempertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti tertuang dalam Pasal 51 Piagam PBB

Dalam pasal itu dijelaskan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.

1952 - Koalisi Partai Masyumi dan PNI di Pemerintah

 

Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Council of Indonesian Muslim Associations) atau disingkat menjadi Masyumi adalah sebuah partai politik Islam terbesar di Indonesia selama era demokrasi liberal. Partai ini dilarang pada 1960 oleh Presiden Soekarno karena diduga mendukung pemberontakan PRRI.

Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 7 November 1945, sebuah organisasi baru bernama Masyumi terbentuk. Dalam waktu kurang dari setahun, partai ini menjadi parpol terbesar dan berada di pemerintahan.

Pada 1952, saat itu Wilopo dari Partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi perdana menteri dan Sultan Hamengkubuwono IX menjabat menteri pertahanan.

1968 - Aktivis HAM Martin Luther King Tewas Jr. Dibunuh

Martin Luther King Jr. adalah pendeta baptis dan aktivis hak asasi manusia (HAM) asal Amerika Serikat yang menjadi juru bicara dan pemimpin gerakan hak sipil pada 1954 sampai 1968.

Ia dikenal karena menuntut hak sipil dengan cara non-kekerasan dan ketidakpatuhan sipil sesuai ajaran Kristen dan terinspirasi oleh aktivisme damai Mahatma Gandhi.

Pada 14 Oktober 1964, King dianugerahi nobel perdamaian atas jasanya melawan kesenjangan ras melalui perlawanan damai. Pada 1965, ia ikut memimpin Pawai Selma ke Montgomery.

Tahun selanjutnya, King dan SCLC membawa gerakan ini ke Chicago untuk menyoroti persoalan segregasi perumahan. Menjelang akhir hayatnya, ia mulai menyoroti kemiskinan dan perang Vietnam.

Pada 1968, King merencanakan pendudukan rakyat di Washington DC dengan judul Poor People's Campaign, tetapi ia dibunuh oleh James Earl Ray pada April 4 di Memphis, Tennessee.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya