Dilarang Angkut Penumpang saat PSBB, Driver Ojol di Jakarta Ngeluh Pendapatan Anjlok

Muhamad Rizky, Jurnalis
Selasa 07 April 2020 15:16 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - DKI Jakarta mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberlakukan pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah meluasnya wabah virus corona (Covid-19).

Salah satu isi dalam pedoman tersebut melarang ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang kecuali barang.

Salah seorang pengemudi ojol, Kirna Nugraha menilai kebijakan tersebut sebagai upaya yang baik untuk mencegah penyebaran corona. Namun di sisi lain hal itu menjadi dilematis ketika pendapatannya otomatis menurun.

"Yang kami enggak terima selaku ojol ketika keputusan itu dibuat, pengaruhnya mematikan ekonomi khususnya kayak saya gini pekerja harian. Yang ada kami malah sakit," kata Nanu sapaan akrabnya kepada Okezone, Selasa (7/4/2020).

Sejauh ini kata dia, pemerintah seperti tidak memiliki solusi konkret untuk para pekerja harian khususnya para driver ojol yang mengandalkan pendapatan sehari-hari.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan pengantaran barang, belum bisa memenuhi kebutuhan. Sebab orderan barang sendiri jarang dan sulit, belum lagi persaingan dengan pelaku usaha yang juga memiliki jasa pengantaran.

"Kalau antar barang gini enggak cukup, banyak jasa layanan lain juga soal antar barang. Pemasukan enggak sebanyak penumpang, terlebih di kondisi kayak gini, akses ojol masuk ke suatu wilayah dibatasi ribet, beda kalau kita bawa penumpang, masuk tinggal masuk," tegasnya.

Nanu yang juga mahasiswa di salah satu kampus swasta itu mengaku sudah lebih dari 2 minggu tidak narik ojek online lantaran sepi dan mengikuti imbauan pemerintah. Di sisi lain ada cicilan motor yang menunggak harus dibayar, sementara penangguhan cicilan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum jelas seperti apa mekanismenya.

"Ini cicilan motor untuk bulan kemarin sudah jatuh tempo kebetulan besok harus bayar, ya terpaksa belum bisa bayar belum dendanya jadi dobel bayarnya," ungkap Nanu.

Nanu berharap pemerintah tidak hanya meminta untuk tetap tinggal dirumah namun memberikan solusi konkret agar bisa membantu kebutuhan para pengemudi ojol seperti dirinya.

Senada dengan Nanu, Aris Nurjani warga Tebet juga mengeluhkan soal pendapatan. Menurutnya, para driver ojol tersebut justru mengandalkan pengangkutan penumpang bukan barang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya