“Dua personel turun ke bawah, dua di atas karena menggunakan goody bag atau kantong mayat maka memindahkan perpindahan jenazah. Kami menutup liang dengan tanah baru beberapa warga membantu kami karena sudah tertutup,” terangnya.
Terlebih ada rasa haru saat melihat pemakaman jenazah PDP tersebut, di mana para keluarga korban hanya bisa melihat anggota keluarganya dibawa oleh petugas ambulan yang memakamkan jasad tersebut.
“Keluarga mereka mengucapkan terima kasih banyak kepada kami karena informasinya tidak ada tim ambulan yang mau mengevakuasi itu (jasad) sehingga kami dapat tugas dari dinas dan rumah sakit itu. Keluarga sangat berterima kasih pokoknya, saya lihat di sekitar pemakaman tidak ada keluarga sama sekali yang mendekat. Setelah tanah itu tertutup baru mereka mendekat,” jelasnya.
Sebagai informasi pada Sabtu 4 April 2020 lalu seorang warga Polowijen, Kota Malang yang ikut keluarganya di Kota Batu dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Karsa Husada, dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).
(Rizka Diputra)