BOGOR – Lima kepala daerah di Jawa Barat yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi sepakat mengusulkan penghentian sementara operasional moda transportasi massal KRL Commuter Line.
Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim usai rapat video conference bersama kepala daerah tersebut dengan PT KAI dan PT KCI di Posko Gugus Tugas Covid-19, Jalan Pajajaran Kota Bogor, Senin (13/4/2020).
"Tadi kita rapat dengan PT KCI, PT KAI Daops 1, Bupati Bogor, Wali Kota Bekasi, Wali Kota Depok diwakili Kadishub dan Bupati Bekasi diwakili Kadishub. Kepala daerah ini menyarankan yang ekstremnya menutup operasi 14 hari," ucap Dedie.
Menurutnya, para penumpang KRL Commuter Line memiliki risiko besar terpapar virus corona atau Covid-19 terlebih saat ada ini lima daerah (Bodebek) akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara serentak dalam waktu dekat.
"Tujuannya untuk menyelamatkan jiwa manusia agar tidak terpapar dari Covid-19, itu aja dulu. Kenapa harus ditutup? Karena risikonya terlalu bebas. Dengan pengendalian saat ini yang lemah, kita tidak bisa menjamin pembatasan social distancing di dalam kereta bisa terwujud. Buktinya terjadi penumpukan-penumpukan penumpang," ucapnya.
Kemudian, dalam rapat tersebut juga para kepala daerah akan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengevaluasi perkantoran yang masih memperkerjakan karyawannya.
"Untuk memikirkan bagaimana sesungguhnya bidang-bidang apa saja yang masih beroperasional di Jakarta sehingga masih saja masyarakat atau mereka yang berangkat dari Bogor atau Bekasi mempunyai tujuan tertntu di Jakarta. Kalau ini bisa dipetakan atau ada langkah lebih tegas, mobilitas warga ke Jakarta bisa ditekan lebih maksimal lagi," ujar Dedie.