Kisah Kurir Makanan Bekerja di Tengah Wabah Corona demi Balas Jasa Tenaga Medis

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 14 April 2020 10:29 WIB
Li Yan bekerja untuk membalas jasa para dokter dan perawat yang merawatnya saat dia mengidap kanker. (Foto: Li Yan)
Share :

BEIJING - Dengan niat membalas jasa para petugas medis, seorang kurir makanan menjalankan pekerjaannya di tengah wabah virus corona (COVID-19) di Beijing, China. 

Li Yan didiagnosa mengalami kanker kelenjar getah bening pada 2003, saat usianya baru 17 tahun. Kini setelah pulih, Li merasa bersyukur terhadap para tenaga kesehatan yang merawatnya sampai sembuh dan ingin membalas budi.

"Para dokter dan perawat adalah orang-orang yang menyelamatkan saya dari kanker serta memberikan kekuatan pada masa kelam. Saya harus membalas jasa mereka," kata Li sebagaimana dilansir BBC, Selasa (14/4/2020).

Sebagai kurir untuk Meituan, salah satu perusahaan pengantaran makanan terbesar di China, Li melihat ada peluang membalas jasa, mengingat banyak di antara para tenaga kesehatan yang mengandalkan layanan antar makanan dan minuman setelah pemerintah China memberlakukan karantina wilayah di sejumlah daerah.

Foto: Li Yan.

"Karena pengalaman masa lalu saya, saya merasa perlu melakukan sesuatu untuk mereka sebagai balas budi selama wabah virus," ujar Li.

Di kota berpenduduk 21 juta jiwa itu, Li beraktivitas di Distrik Tongzhou yang terdapat sejumlah rumah sakit. Salah satunya adalah rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19.

"Banyak yang khawatir mengantar ke rumah sakit, namun saya memilih mengantar ke sana lebih sering. Saya berpikir warga setempat dan para tenaga kesehatan yang memerlukan kami. Saya tidak bisa membiarkan mereka kelaparan. Ini bukan soal uang."

Sebelum wabah virus corona melanda China, Li rata-rata mengantar lebih dari 50 pesanan dalam sehari. Namun, selama 10 hari pertama sejak virus corona mewabah pada akhir Januari, jumlah pesanan merosot menjadi kurang dari 20 karena banyak restoran tutup.

Wabah itu muncul bertepatan dengan liburan Imlek yang biasanya sepi.

"Sampai pertengahan Februari, ketika situasi lebih terkendali dan kekhawatiran orang perlahan menurun, pesanan mulai banyak lagi. Saya kini bisa mengantar 40 pesanan sehari."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya