Kematian Akibat Corona Tertinggi Se-ASEAN, Pakar: Kita Terlambat!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Senin 20 April 2020 05:09 WIB
Ilustrasi prosesi pemakaman (Foto : Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menilai, pemerintah terlambat dalam mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia. Alhasil, Indonesia menjadi negara yang kasus kematiannya tertinggi akibat corona di Asia Tenggara.

Ia pun menyayangkan tidak adanya kebijakan yang tegas dalam menangani pandemi corona ini selama berhari-hari. Pasalnya, Presiden Jokowi pertama kali mengumumkan adanya kasus corona pada 2 Maret dan baru mengambil langkah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 29 hari kemudian, tepatnya pada 31 Meret 2020.

"Kita terlambat juga dalam menguji labnya karena kapasitas kita terbatas. Perawatannya juga terlambat pada akhirnya angka kematian kita tertinggi. Jadi memang di kita ada terlambat dalam pengambilan keputusan," kata Hermawan kepada Okezone, Senin (20/4/2020).

Sebanyak 6.575 orang tercatat positif terinfeksi virus corona hingga Minggu 19 April 2020. Selain itu, sebanyak 686 pasien dinyatakan sembuh dengan 582 pasien lainnya meninggal dunia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya