JAKARTA - Setelah sebelumnya dokter RSUD Aji Darmo Rangkasbitung dinyatakan positif terpapar virus corona atau Covid-19, lagi kasus serupa terjadi di Puskesemas Cipendeuy, Kecamatan Malingping. Salah seorang dokter di puskesmas tersebut positif setelah test swab di RSUD Pasar Minggu, Jumat 17 April lalu.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Triatno Supiyono dalam laporan tertulisnya. “Dokter tersebut saat ini dalam perawatan di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia beralamat KTP di Depok, Jawa Barat dan bertugas di Puskesmas Cipeundeuy. Ketika bertugas tinggal di Rumah Dinas di Cipendeuy, pulang ke Depok saat libur,” jelasnya.
Sebelum mengeluhkan adanya gejala Covid-19, pada 2 April sang dokter pulang ke Depok mengendarai kendaraan pribadi. Empat hari kemudian kembali bertugas di Puskesmas Cipendeuy, yakni tanggal 6 sampai dengan 11 April.
Baca Juga: Pemerintah: Covid-19 Dapat Dicegah dengan Disiplin dan Gotong Royong
Di hari ketiga bertugas sepulang dari Depok, yakni 8 April, ia mulai mengeluh asnomia (kehilangan penciuman) dan merasakan cepat lelah. Tak juga reda, tanggal 11 April ia meminta untuk rapid test namun alat tidak tersedia.
Keesokan harinya, Sabtu, 12 April sang dokter pulang ke Depok dan akhirnya menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu untuk kemudian menjalani rapid test dan swab, hasilnya dinyatakan positif pada 17 April.
Untuk mengantisipasi persebaran, Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak langsung melakukan tracking dan rapid test terhadap rekan kerja dan masyarakat yang kontak di Puskesmas Cipendeuy.
“Kami masih akan terus melakukan pemantauan sampai 25 April nanti, meskipun hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik terhadap kontak erat tidak ditemukan adanya tanda-tanda atau gejala sakit. Begitu juga dengan rapid test menunjukan hasil non reaktif,” jelasnya.
Sebagaimana disampaikan H.M. Arifudin, Kepala Puskesmas Cipeundeuy, saat ini ia dan jajarannya tetap bertugas dan menjalankan pelayanan terhadap masyarakat seperti biasa.
“Kami tidak isolasi mandiri, karena rapid test negatif, Di PKM Cipendeuy hanya ada 1 dokter yang positif,” jelasnya.