Saluran berita NDTV mengutip seorang pejabat ICMR yang mengatakan bahwa data tentang tes antibodi "masih muncul dan kegunaannya masih berkembang".
India telah mengimpor hampir satu juta alat uji cepat dari China untuk meningkatkan pengujian.
Beberapa negara lain telah melaporkan masalah dengan alat uji dari China, tetapi Beijing membantah ada masalah kualitas pada alat-alat produksi negara itu.
Dalam sebuah pernyataan pekan lalu, China mengatakan pihaknya menganggap "sangat pentingnya ekspor produk medis".
India saat ini mencatat lebih dari 20.000 kasus virus corona yang dikonfirmasi, dengan sedikitnya 652 kematian. Namun, jumlah kasus sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena masih belum maksimalnya pengujian.
(Rahman Asmardika)