SEMARANG – Kebutuhan alat pelindung diri (APD) bukan semata untuk tenaga medis, tetapi juga kalangan lain yang memiliki kerentanan tinggi. Mereka adalah penggali kubur dan sopir ambulans yang tak kalah berisiko tertular Covid-19.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, sopir ambulans jenazah dan pekerja di lingkungan pemakaman termasuk salah satu kelompok rentan. Kedua profesi itu memiliki peran penting dalam pemakaman jenazah korban corona dengan baik.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada sedulur-sedulur yang terus bergerak bersama Pemerintah Kota Semarang dalam menangani Covid-19," tutur pria yang akrab disapa Hendi itu, Rabu (29/4/2020).
Untuk mengapresiasi sopir ambulans jenazah dan penggali kubur di Kota Semarang, diberikan APD agar dikenakan selam menjalankan tugas. Mereka juga diminta senantiasa berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan.
Baca Juga : Mudik Dilarang, 142 Orang Ditolak Masuk Yogyakarta
"Terkhusus sedulur-sedulur, mereka telah membantu memakamkan jenazah para korban Covid-19 dengan layak. Tapi kadang keberadaan mereka luput dari perhatian kita, padahal pekerjaan mereka juga sangat berisiko,” lugas dia.
“Untuk itulah kami berharap dengan menggunakan APD, risiko tersebut dapat ditekan," tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)